Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh



Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal hidup.
Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam cinta tak bermuara.
Engkaulah matahari Fidausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara.

Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam ketidak mengertian.
Gerakmu tiada pasti. Namun aku terus di sini.
Mencintaimu.

Entah kenapa.



(Catatan pada suatu pagi buta di atas atap rumah tetangga)
- Dee Lestari

Postingan populer dari blog ini

Summary The Things You Can See Only When You Slow Down by Haemin Sunim

Aku – Sjuman Djaya

Review of Article Journal